Warning: mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in \\boswinfs04\home\users\web\b2099\whl.inijack\artikel\kolom.php on line 6
Kolom
Artikel dan Karya Tulis
 
Kategori
  Teknologi Informasi
  Karir dan Kerja
  Refreshing
  Bisnis dan Manajemen
  Pendidikan
  Hobi
 
Kolumnis Popular

Warning: mysql_fetch_object(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in \\boswinfs04\home\users\web\b2099\whl.inijack\artikel\inc_artikel\fungsi_artikel.php on line 42
 
Total.or.id Services

Puluhan ribu istilah Teknologi Informasi dalam Bahasa Indonesia
Artikel dan Karya Tulis
Buku-buku referensi
Sewa mobil & Bus Charter di Bandung

 
Sponsor Links



  Cari    di       


 
Kumpulan Artikel dan Karya Tulis
Oleh  
     Masalah Millenium Bug (Y2K) Dari Sisi Praktis
Sepintas saya amati pandangan yang ada di masyarakat tentang Y2K sangat beragam sekali. Sebagian besar umumnya menterjemahkan bahwa semua komputer yang ada sekarang tidak dapat digunakan sama sekali sesudah tahun 2000, dan masih banyak lagi persepsi yang timbul. Terus terang saya bukan ahli Y2K, tetapi saya mencoba melihat se-sederhana mungkin khususnya bagi masayarakat banyak berdasarkan informasi yang ada di Internet yang tersedia secara cuma-cuma. Salah satu Web yang cukup baik adalah http://www.mitre.org/research/y2k/. Secara logika sederhana sebetulnya kita dapat menyimpulkan bahwa pengaruh Y2K bagi masyarakat pedesaan mungkin akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan masyarakat perkotaan yang hidupnya banyak dipengaruhi otomatisasi komputer.
     Bagaimana cara ngirit pulsa waktu akses e-mail?
E-mail tampaknya sudah mulai terasa oleh banyak teman sebagai media yang paling ampuh untuk berinteraksi secara murah media di Internet. Bahkan e-mail memungkinkan komunikasi yang jauh lebih murah di bandingkan dengan chatting yang bayarnya jam-jam-an hanya untuk berkomunikasi dengan segelintir orang di Internet.
     Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet
Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata & pikiran; memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi terakhir sebagai pengganti koran.
     Tiada Tuhan di Dunia Maya?
Dalam seminar sehari "Internet dalam Perspektif Kebudayaan" yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kebudayaan dan Perubahan Sosial (PPKPS) Centre for Cultural Studies and Social Change, Universitas Gajah Mada (UGM) di Jogyakarta pertengahan Mei 2001 yang lalu, tampaknya pandangan sebagian pengamat sosial, pengguna awal Internet & kebanyakan orang - melihat bahwa Tiada Tuhan di dunia maya. Sebuah pandangan yang cukup mengejutkan bagi saya pribadi yang sudah menggunakan e-mail / cikal bakal Internet sejak tahun 1985-86.
     Gaya Hidup Eksekutif di Dunia Cyber
Nerd, tampang kusut, kurang tidur, jarang mandi, nongkrong seharian di depan komputer, bercelana jeans atau celana pendek dan berbaju kaos oblong barangkali bayangan bagi kebanyakan orang tentang orang yang bekerja di dunia maya atau bahasa keren-nya dunia cyber. Bebas dalam berfikir, bebas dalam berkarya, tidak terikat pada satu kantor tertentu, satu instansi yang jelas merupakan ciri khas pola berfikir dan bekerja para eksekutif maya ini.
     Awal Sejarah Internet Indonesia
RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2000 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.
     Knowledge Commerce
Warung Internet makin marak, investasi kecil dengan kemungkinan RoI yang cepat menarik di simak di asosiasi-warnet@itb.ac.id. Keberadaan Warnet & Internet Servis Provider (ISP) di Indonesia menjadi sangat penting bagi jasa di atas Internet seperti media online. Tanpa akses pengguna ke Internet akan matilah jasa di atas Internet. Tapi seperti hal-nya bisnis akses lainnya, ISP & Warnet adalah bisnis dengan profit marginal. Bundling dengan servis lainnya yang akan menghidupi usaha akses secara keseluruhan.
     Kerja Tanpa Kantor Siapa Takut
Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas eli

Dikelola oleh Yayasan Total Sarana Edukasi, copyright(c)1999-2007